<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>togakita.com</title>
	<atom:link href="http://togakita.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://togakita.com</link>
	<description>toga kita</description>
	<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 15:26:14 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Bersyukurlah !</title>
		<link>http://togakita.com/pengembangan-diri/bersyukurlah.html</link>
		<comments>http://togakita.com/pengembangan-diri/bersyukurlah.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 12:59:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andiaz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/motivasi/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu &#8230; Karena itu memberimu
kesempatan untuk belajar &#8230; Bersyukurlah untuk masa-masa sulit &#8230; Di masa
itulah kamu tumbuh &#8230; Bersyukurlah untuk keterbatasanmu &#8230; Karena itu
memberimu kesempatan untuk berkembang &#8230;
Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru &#8230; Karena itu akan membangun
kekuatan dan karaktermu &#8230; Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat &#8230;
Itu akan mengajarkan pelajaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu &#8230; Karena itu memberimu<br />
kesempatan untuk belajar &#8230; Bersyukurlah untuk masa-masa sulit &#8230; Di masa<br />
itulah kamu tumbuh &#8230; Bersyukurlah untuk keterbatasanmu &#8230; Karena itu<br />
memberimu kesempatan untuk berkembang &#8230;</p>
<p>Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru &#8230; Karena itu akan membangun<br />
kekuatan dan karaktermu &#8230; Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat &#8230;<br />
Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga &#8230; Bersyukurlah bila kamu<br />
lelah dan letih &#8230; Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan &#8230;<br />
Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik&#8230; Hidup yang<br />
berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut&#8230;<br />
Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif &#8230; Temukan<br />
cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah<br />
bagimu &#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://togakita.com/pengembangan-diri/bersyukurlah.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Aku akan berusaha menyayangi seorang dengan cara seperti ini &#8230;.</title>
		<link>http://togakita.com/pengembangan-diri/aku-akan-berusaha-menyayangi-seorang-dengan-cara-seperti-ini.html</link>
		<comments>http://togakita.com/pengembangan-diri/aku-akan-berusaha-menyayangi-seorang-dengan-cara-seperti-ini.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 12:55:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andiaz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>

		<category><![CDATA[buta]]></category>

		<category><![CDATA[setia]]></category>

		<category><![CDATA[tulus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/motivasi/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Boy adalah seorang cowoq yg menjadi buta karena sebuah kecelakaan..
Sejak ia menjadi buta..ia merasa terasing dari lingkungannya..
Ia merasa tidak ada seorang pun yg memperhatikan atau menyayanginya.
Hingga kemudian hadirlah Girl dalam hidupnya.. Girl sangat sayang dan
perhatian pada Boy.. Ia tidak pernah mempermasalahkan kebutaan Boy
sebagai suatu kekurangan yg berarti.. Ia sungguh-sungguh mencintai
Boy dengan tulus&#8230;
Suatu hari berkatalah Boy [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Boy adalah seorang cowoq yg menjadi buta karena sebuah kecelakaan..<br />
Sejak ia menjadi buta..ia merasa terasing dari lingkungannya..<br />
Ia merasa tidak ada seorang pun yg memperhatikan atau menyayanginya.</p>
<p>Hingga kemudian hadirlah Girl dalam hidupnya.. Girl sangat sayang dan<br />
perhatian pada Boy.. Ia tidak pernah mempermasalahkan kebutaan Boy<br />
sebagai suatu kekurangan yg berarti.. Ia sungguh-sungguh mencintai<br />
Boy dengan tulus&#8230;</p>
<p>Suatu hari berkatalah Boy kepada Girl..</p>
<p>B : Girl&#8230;mengapa kamu begitu menyayangiku..?</p>
<p>G: hmmm..entahlah..aku tidak pernah tau alasan mengapa aku begitu<br />
menyayangimu.. yg aku tahu..aku benar-benar tulus menyayangimu<br />
Boy.. (tersenyum)</p>
<p>B : tapi..aku kan buta..apa yg bisa aku perbuat untukmu..? apa yg<br />
bisa aku berikan buatmu..?</p>
<p>G : Boy..aku tidak mengharap apapun darimu..buatku..kamu bisa ceria<br />
setiap hari dan menyayangiku dengan tulus itu sudah cukup.. aku<br />
senang ketika kau merasa senang..</p>
<p>B : (terharu) belum pernah ada orang yg begitu menyayangi aku yg buta<br />
seperti ini..</p>
<p>G : (menggenggam tangan Boy sambil tersenyum)</p>
<p>B : Girl..kalo sampai suatu saat nanti aku bisa melihat lagi..aku<br />
pasti akan menikahimu.. karena hanya kamu satu-satunya orang yg<br />
dengan tulus menyayangiku&#8230;</p>
<p>G : benarkah..?</p>
<p>B : iya..aku janji..kalau suatu saat nanti aku bisa melihat, PASTI<br />
aku akan menikahimu..</p>
<p>G : (terharu) terima kasih Boy..aku sangat menyayangimu&#8230;</p>
<p>B : (tersenyum) ya..aku tahu itu..aku juga sangat menyayangimu Girl..</p>
<p>singkat cerita..<br />
Boy melakukan operasi cangkok mata dan berhasil..ia mampu melihat<br />
lagi.. Ia pun tidak sabar untuk segera menemui Girl..</p>
<p>Pergilah ia mencari Girl.. sampai ia berhasil menemukannya&#8230;<br />
Namun&#8230; alangkah terkejutnya ia mengetahui bahwa ternyata Girl<br />
adalah seorang gadis buta. Ia tidak bisa menerimanya.. Ia pun<br />
menolak Girl.. Ia lupa akan semua janjinya&#8230;</p>
<p>G : Boy..bukankah kamu sudah berjanji akan menikah denganku..?</p>
<p>B : ummm&#8230;.(bimbang) ya memang aku pernah berkata begitu&#8230;tapi tidak<br />
dengan keadaanmu yg seperti ini..</p>
<p>G : Bagaimana mungkin kamu mengingkari janjimu sendiri..? bukankah<br />
kau bilang hanya aku satu-satunya orang yg menyayangimu..?</p>
<p>B : eeeerr&#8230;maaf Girl..tapi aku tidak bisa menikah dengan gadis<br />
buta..maaf..</p>
<p>Boy pun pergi meninggalkan Girl..</p>
<p>Girl yang kecewa dan merasa dikhianati&#8230; memilih untuk bunuh diri..</p>
<p>Saat ia ditemukan meninggal.. ada sepucuk surat disakunya..</p>
<p>&#8220;Dear Boy&#8230;<br />
Memang tidak banyak yg bisa aku berikan padamu.. tidak banyak yg bisa<br />
aku lakukan untukmu&#8230; Namun..aku sungguh-sungguh tulus<br />
menyayangimu&#8230;<br />
Semoga kedua mataku itu bisa berguna bagimu.. bisa membawakan terang<br />
dan keceriaan dalam hidupmu kembali..&#8221;</p>
<p>~Kadang kala kita tidak boleh melihat sesuatu hanya dengan mata..<br />
melainkan juga dengan hati kita.. Mata itu bisa menipu..namun hati<br />
tidak.. kata hati selalu merupakan kejujuran terdalam dalam hidup<br />
manusia..~</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://togakita.com/pengembangan-diri/aku-akan-berusaha-menyayangi-seorang-dengan-cara-seperti-ini.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>LOVE STORY - 100 DAYS</title>
		<link>http://togakita.com/pengembangan-diri/love-story-100-days.html</link>
		<comments>http://togakita.com/pengembangan-diri/love-story-100-days.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 12:54:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andiaz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>

		<category><![CDATA[100]]></category>

		<category><![CDATA[happy ending]]></category>

		<category><![CDATA[love story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/motivasi/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.
Tina: &#8220;Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi waktu denganku.&#8221;
Peter: &#8220;kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berdua saja yang tidak punya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.</p>
<p>Tina: &#8220;Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi waktu denganku.&#8221;</p>
<p>Peter: &#8220;kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berdua saja yang tidak punya pasangan sekarang.&#8221;<br />
(keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)</p>
<p>Tina: &#8220;Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?&#8221;</p>
<p>Peter: &#8220;Eh? permainan apaan?&#8221;</p>
<p>Tina: &#8220;Eng&#8230; gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?&#8221;</p>
<p>Peter: &#8220;baiklah&#8230; lagian aku juga ga ada rencana apa-apa untuk beberapa bulan ke depan.&#8221;</p>
<p>Tina: &#8220;Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya&#8230; semangat dong! hari ini akan jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?&#8221;</p>
<p>Peter: &#8220;Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen deh. katanya film itu bagus&#8221;</p>
<p>Tina: &#8220;OK dech&#8230;. Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke karaoke ya&#8230;<br />
ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru.&#8221;</p>
<p>Peter : &#8220;Boleh juga&#8230;&#8221;<br />
(mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang malam harinya)</p>
<p>Hari ke 2:<br />
Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe,<br />
suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah kalung perak berliontin bintang untuk Tina.</p>
<p>Hari ke 3:<br />
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat Peter.<br />
Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai berpegangan tangan untuk pertama kalinya.</p>
<p>Hari ke 7:<br />
Bermain bowling dengan teman-teman Peter.<br />
Tangan tina terasa sakit karena tidak pernah bermain bowling sebelumnya.<br />
Peter memijit-mijit tangan Tina dengan lembut.</p>
<p>Hari ke 25:<br />
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay.<br />
Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya.<br />
Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit, dan melihat bintang jatuh.<br />
Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.</p>
<p>Hari ke 41:<br />
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter.<br />
Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang tahunnya.</p>
<p>Hari ke 67:<br />
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.</p>
<p>Hari ke 72:<br />
Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China.<br />
Tina penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal.<br />
Sang peramal hanya mengatakan &#8220;Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang&#8221;<br />
kemudian peramal itu meneteskan air mata.</p>
<p>Hari ke 84:<br />
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai.<br />
Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain.<br />
Mereka melepaskan sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan,<br />
merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka.<br />
Matahari terbenam, dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.</p>
<p>Hari ke 99:<br />
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana.<br />
Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.</p>
<p>15:20 pm<br />
Tina: &#8220;Aku haus. Istirahat dulu yuk sebentar. &#8221;<br />
Peter: &#8220;Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu mau minum apa?&#8221;<br />
Tina: &#8220;Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari ini. Sebentar ya&#8221;<br />
Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta selalu macet.</p>
<p>15:30 pm<br />
Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga.<br />
Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah panik.<br />
Peter : &#8220;Ada apa pak?&#8221;<br />
Orang asing: &#8220;Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu adalah temanmu&#8221;<br />
Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu.<br />
Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.<br />
Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat.<br />
Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit.<br />
Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.</p>
<p>23:53 pm<br />
Dokter: &#8220;Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan surat ini dalam kantung bajunya.&#8221;<br />
Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi terlihat damai.<br />
Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan erat.<br />
Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang sangat dalam di hatinya.<br />
Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya.<br />
Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.</p>
<p>Dear Peter&#8230;<br />
ke 100 hari kita sudah hampir berakhir.<br />
Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.<br />
Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak,<br />
tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.<br />
Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku.<br />
Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi sebelumnya.<br />
Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh malam itu di pantai,<br />
Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.</p>
<p>23:58<br />
Peter: &#8220;Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat meniup lilin ulang tahunku?<br />
Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya.<br />
Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah 99 hari!<br />
Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama!<br />
Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku kesepian!<br />
Tina, Aku sayang kamu&#8230;!&#8221;</p>
<p>Jam dinding berdentang 12 kali&#8230;. jantung Tina berhenti berdetak.<br />
Hari itu adalah hari ke 100&#8230;</p>
<p>PS:<br />
Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.<br />
Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok, atau dua tahun lagi<br />
Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan pernah kembali lagi.</p>
<p>True love doesn&#8217;t have a happy ending, because true love never ends&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://togakita.com/pengembangan-diri/love-story-100-days.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>MENJADI APAPUN DIRIMU</title>
		<link>http://togakita.com/pengembangan-diri/menjadi-apapun-dirimu.html</link>
		<comments>http://togakita.com/pengembangan-diri/menjadi-apapun-dirimu.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 12:53:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andiaz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>

		<category><![CDATA[karang]]></category>

		<category><![CDATA[pohon. kupu-kupu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/motivasi/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi karang-lah, meski tidak mudah. Sebab ia &#8216;kan
menahan sengat binar mentari yang garang. Sebab ia
&#8216;kan kukuh halangi deru ombak yang kuat menerpa tanpa
kenal lelah. Sebab ia &#8216;kan melawan bayu yang keras
menghembus dan menerpa dengan dingin yang coba
membekukan. Sebab ia &#8216;kan menahan hempas badai yang
datang menggerus terus-menerus dan coba melemahkan
keteguhannya. Sebab ia &#8216;kan kokohkan diri agar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjadi karang-lah, meski tidak mudah. Sebab ia &#8216;kan<br />
menahan sengat binar mentari yang garang. Sebab ia<br />
&#8216;kan kukuh halangi deru ombak yang kuat menerpa tanpa<br />
kenal lelah. Sebab ia &#8216;kan melawan bayu yang keras<br />
menghembus dan menerpa dengan dingin yang coba<br />
membekukan. Sebab ia &#8216;kan menahan hempas badai yang<br />
datang menggerus terus-menerus dan coba melemahkan<br />
keteguhannya. Sebab ia &#8216;kan kokohkan diri agar tak<br />
mudah hancur dan terbawa arus.Sebab ia &#8216;kan berdiri<br />
tegak berhari-hari, bertahun-tahun, berabad-abad,<br />
tanpa rasa jemu dan bosan.</p>
<p>Menjadi pohon-lah yang tinggi menjulang, meski itu<br />
tidak mudah. Sebab ia &#8216;kan tatap tegar bara mentari<br />
yang terus menyala setiap siangnya. Sebab ia &#8216;kan<br />
meliuk halangi angin yang bertiup kasar. Sebab ia &#8216;kan<br />
terus menjejak bumi hadapi gemuruh sang petir. Sebab<br />
ia &#8216;kan hujamkan akar yang kuat untuk menopang. Sebab<br />
ia &#8216;kan menahan gempita hujan yang coba merubuhkan.<br />
Sebab ia &#8216;kan senantiasa berikan bebuahan yang manis<br />
dan mengenyangkan. Sebab ia &#8216;kan berikan tempat<br />
bernaung bagi burung-burung yang singgah di dahannya.<br />
Sebab ia &#8216;kan berikan tempat berlindung dengan rindang<br />
daun-daunnya.</p>
<p>Menjadi paus-lah, meski itu tak mudah. Sebab dengan<br />
sedikit kecipaknya, ia akan menggetarkan ujung<br />
samudera. Sebab besar tubuhnya &#8216;kan menakutkan musuh<br />
yang coba mengganggu. Sebab sikap diamnya akan membuat<br />
tenang laut dan seisinya.</p>
<p>Menjadi elang-lah, dengan segala kejantanannya, meski<br />
itu juga tidak mudah. Sebab ia harus melayang tinggi<br />
menembus birunya langit. Sebab ia harus melanglang<br />
buana untuk mengenal medannya. Sebab ia harus melawan<br />
angin yang menerpa dari segala penjuru. Sebab ia harus<br />
mengangkasa jauh tanpa takut jatuh. Sebab ia harus<br />
kembali ke sarang dengan makanan di paruhnya. Sebab ia<br />
harus menukik tajam mencengkeram mangsa. Sebab ia<br />
harus menjelajah cakrawala dengan kepak sayap yang<br />
membentang gagah.</p>
<p>Menjadi melati-lah, meski tampak tak bermakna. Sebab<br />
ia &#8216;kan tebar harum wewangian tanpa meminta balasan.<br />
Sebab ia begitu putih, seolah tanpa cacat. Sebab ia<br />
tak takut hadapi angin dengan mungil tubuhnya. Sebab<br />
ia tak ragu hadapi hujan yang membuatnya basah. Sebab<br />
ia tak pernah iri melihat mawar yang merekah segar.<br />
Sebab ia tak pernah malu pada bunga matahari yang<br />
menjulang tinggi. Sebab ia tak pernah rendah diri pada<br />
anggrek yang anggun. Sebab ia tak pernah dengki pada<br />
tulip yang berwarna-warni. Sebab ia tak gentar layu<br />
karena pahami hakikat hidupnya.</p>
<p>Menjadi mutiara-lah, meski itu tak mudah. Sebab ia<br />
berada di dasar samudera yang dalam. Sebab ia begitu<br />
sulit dijangkau oleh tangan-tangan manusia. Sebab ia<br />
begitu berharga. Sebab ia begitu indah dipandang mata.<br />
Sebab ia tetap bersinar meski tenggelam di kubangan<br />
yang hitam.</p>
<p>Menjadi kupu-kupulah, meski itu tak mudah pula. Sebab<br />
ia harus melewati proses-proses sulit sebelum dirinya<br />
saat ini. Sebab ia lalui semedi panjang tanpa rasa<br />
bosan. Sebab ia bersembunyi dan menahan diri dari<br />
segala yang menyenangkan, hingga kemudian tiba saat<br />
untuk keluar.</p>
<p>Karang akan hadapi hujan, terik sinar mentari, badai,<br />
juga gelombang.<br />
Elang akan menembus lapis langit,<br />
mengangkasa jauh, melayang tinggi dan tak pernah lelah<br />
untuk terus mengembara dengan bentangan sayapnya.<br />
Paus akan menggetarkan samudera hanya dengan sedikit<br />
gerakan. Pohon akan hadapi petir, deras hujan, silau<br />
matahari, namun selalu berusaha menaungi.<br />
Melati ikhlas &#8216;tuk selalu menerima keadaannya, meski tak<br />
terhitung pula bunga-bunga lain dengan segala<br />
kecantikannya.<br />
Kupu-kupu berusaha bertahan, meski<br />
saat-saat diam adalah kejenuhan.<br />
Mutiara tak memudar<br />
kelam, meski pekat lingkungan mengepungnya di<br />
kiri-kanan, depan dan belakang.</p>
<p>Tapi karang menjadi kokoh dengan segala ujian. Elang<br />
menjadi tangguh, tak hiraukan lelah tatkala terbang<br />
melintasi bermilyar kilo bentang cakrawala. Paus<br />
menjadi kuat dengan besar tubuhnya dalam luas<br />
samudera. Pohon tetap menjadi naungan meski ia hadapi<br />
beribu gangguan. Melati menjadi bijak dengan dada yang<br />
lapang, dan justru terlihat indah dengan segala<br />
kesederhanaan. Mutiara tetap bersinar dimanapun ia<br />
terletak, dimanapun ia berada. Kupu-kupu hadapi cerah<br />
dunia meskipun lalui perjuangan panjang dalam<br />
kesendirian.</p>
<p>Menjadi apapun dirimu&#8230;, bersyukurlah selalu. Sebab<br />
kau yang paling tahu siapa dirimu. Sebab kau yakini<br />
kekuatanmu. Sebab kau sadari kelemahanmu.</p>
<p>Jadilah karang yang kokoh, elang yang perkasa, paus<br />
yang besar, pohon yang menjulang dengan akar<br />
menghujam, melati yang senantiasa mewangi, mutiara<br />
yang indah, kupu-kupu, atau apapun yang kau mau. Tapi,<br />
tetaplah sadari bahwa kita adalah hambaNya. &#8230;..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://togakita.com/pengembangan-diri/menjadi-apapun-dirimu.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Delapan Kado Terindah</title>
		<link>http://togakita.com/pengembangan-diri/delapan-kado-terindah.html</link>
		<comments>http://togakita.com/pengembangan-diri/delapan-kado-terindah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 12:35:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andiaz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>

		<category><![CDATA[kado. delapan. senyuman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/motivasi/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Aneka kado ini tidak dijual di toko. Kita bisa menghadiahkannya
setiap saat, dan tak perlu membeli ! Meski begitu, delapan macam
kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi
orang-orang yang Kita sayangi.
KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat,telepon,foto atau faks. Namun dengan berada disampingnya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aneka kado ini tidak dijual di toko. Kita bisa menghadiahkannya<br />
setiap saat, dan tak perlu membeli ! Meski begitu, delapan macam<br />
kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi<br />
orang-orang yang Kita sayangi.</p>
<p><strong>KEHADIRAN</strong><br />
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat,telepon,foto atau faks. Namun dengan berada disampingnya. Kamu<br />
dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian , dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan<br />
demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran kamu sebagai pembawa kebahagian.<br />
NB.: pantes ya.. setiap kali hari raya keagamaan, orang selalu berbondong-bondong mudik&#8230;</p>
<p><strong>MENDENGAR</strong><br />
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Sudah lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan kamu dalam keadaan betul-betul<br />
rileks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya, tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya. Ini memudahkan kamu untuk memberi<br />
tanggapan yang tepat setelah itu, tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.</p>
<p><strong>D I A M</strong><br />
Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang, tapi lebih dari segalanya. Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya &#8221; ruang&#8221;. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati,<br />
mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.</p>
<p><strong>KEBEBASAN</strong><br />
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya ? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta.Makna kebebasan bukanlah,<br />
&#8220;Kau bebas berbuat semaumu.&#8221; Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau<br />
lakukan.</p>
<p><strong>KEINDAHAN</strong><br />
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik ? (eh..)Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado ho. Bahkan tak salah jika kamu mengkadokannya tiap hari ! Selain keindahan penampilan pribadi,<br />
<strong><br />
TANGGAPAN POSITIF</strong><br />
Tanpa, sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi, seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus.<br />
Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir kamu mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi kamu. Ingat-ingat pula, pernahkah kamu memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian ( dan juga permintaan maaf ), adalah kado cinta yang sering terlupakan.<br />
<strong><br />
KESEDIAAN MENGALAH</strong><br />
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat.<br />
Semestinya kamu pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalanitu? bila kamu memikirkan hal ini, berarti kamu siap memberikan kado &#8221; kesediaan mengalah&#8221;. Okelah, kamu mungkin kesal atau marah karena dia telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut ? Kesediaan untuk mengalah sudah dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna didunia ini.</p>
<p><strong>SENYUMAN</strong><br />
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputus asaan. pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita.Kapan terakhir kali kamu menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://togakita.com/pengembangan-diri/delapan-kado-terindah.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>5 Bola Kehidupan</title>
		<link>http://togakita.com/pengembangan-diri/5-bola-kehidupan.html</link>
		<comments>http://togakita.com/pengembangan-diri/5-bola-kehidupan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 12:34:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andiaz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>

		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>

		<category><![CDATA[masa depan]]></category>

		<category><![CDATA[masa lalu]]></category>

		<category><![CDATA[saat ini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/motivasi/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Bayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan dimana kita harus memainkan keseimbangan 5 buah bola yang dilempar ke udara. Bola-bola tersebut bernama : Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit dan kita harus menjaga agar ke-5 bola ini seimbang di udara&#8221;.
Kita akan segera megerti bahwa ternyata &#8220;Pekerjaan&#8221; hanyalah sebuah bola karet. Jika kita menjatuhkannya maka ia akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Bayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan dimana kita harus memainkan keseimbangan 5 buah bola yang dilempar ke udara. Bola-bola tersebut bernama : Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit dan kita harus menjaga agar ke-5 bola ini seimbang di udara&#8221;.</p>
<p>Kita akan segera megerti bahwa ternyata &#8220;Pekerjaan&#8221; hanyalah sebuah bola karet. Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat memantul kembali.</p>
<p>Tetapi empat bola lainnya * Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit terbuat dari gelas. Dan jika kita menjatuhkan salah satunya maka ia akan dapat terluka, tertandai, tergores, rusak atau bahkan hancur berkeping-keping. Dan ingatlah *mereka tidak akan pernah kembali seperti aslinya.</p>
<p>Kita harus memahaminya benar dan berusaha keras untuk menyeimbangkannya.<br />
Bagaimana caranya?</p>
<p>* Jangan rusak nilai kita dengan membandingkannya dengan nilai orang lain. Perbedaan yang ada diciptakan untuk membuat masing-masing diri kita special.</p>
<p>* Jangan tetapkan tujuan dan sasaran Kita dengan mengaju pada apa yang orang lain anggap itu penting. Hanya Kita yang dapat mengerti dan merasa &#8220;apa yang terbaik untuk kita&#8221;.</p>
<p>* Jangan mengangap remeh sesuatu yang dekat di hati kita, melekatlah padanya seakan-akan ia adalah bagian yang membuat kita hidup, dimana tanpanya, hidup mejadi kurang berarti.</p>
<p>* Jangan biarkan hidup kita terpuruk dengan hidup di &#8220;masa lampau&#8221; atau dalam mimpi masa depan. Satu hari hidup pada suatu waktu berarti hidup untuk seluruh waktu hidupmu.</p>
<p>* Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat kita berikan. Tidak ada yang benar-benar kalah sampai kita berhenti berusaha.<br />
Jangan takut mengakui bahwa diri kita tidaklah sempurna. Ketidaksempurnaan inilah yang merupakan sulaman benang rapuh untuk mengikat kita satu sama lain.</p>
<p>* Jangan takut menghadapi resiko. Anggaplah resiko sebagai kesempatan kita untuk belajar bagaimana menjadi berani.</p>
<p>* Jangan berusaha untuk mengunci Cinta memasuki hidupmu dengan berkata : &#8220;tidak mungkin saya temukan&#8221;. Cara tercepat mendapatkan cinta adalah dengan memberinya, cara tercepat untuk kehilangan cinta adalah dengan menggenggamnya sekencang mungkin, dan cara terbaik untuk menjaga agar cinta tetap tumbuh adalah dengan memberinya &#8220;sayap&#8221;.</p>
<p>* Janganlah berlari, meskipun hidup tampak sangat cepat, sehingga kita lupa dari mana kita berasal dan juga lupa sedang menuju kemana kita.</p>
<p>* Jangan lupa bahwa kebutuhan emosi terbesar dari seseorang adalah kebutuhan untuk merasa dihargai. Jangan takut untuk belajar sesuatu. Ilmu pengetahuan adalah harta karun yang selalu dapat Kita bawa kemanapun tanpa membebani.</p>
<p>* Jangan gunakan waktu dan kata-kata dengan sembrono. Karena keduanya tidak akan mungkin kita ulang kembali jika telah lewat.Hidup bukanlah pacuan melainkan suatu perjalanan dimana setiap tahap sepanjang jalannya harus dinikmati.</p>
<p>* Dan akhirnya resapilah :</p>
<p>MASA LALU adalah SEJARAH,<br />
MASA DEPAN merupakan Misteri, dan<br />
SAAT INI adalah KARUNIA.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://togakita.com/pengembangan-diri/5-bola-kehidupan.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bersiap Menghadapi Kehilangan</title>
		<link>http://togakita.com/pengembangan-diri/bersiap-menghadapi-kehilangan.html</link>
		<comments>http://togakita.com/pengembangan-diri/bersiap-menghadapi-kehilangan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 12:28:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andiaz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>

		<category><![CDATA[kehilangan]]></category>

		<category><![CDATA[positif]]></category>

		<category><![CDATA[sabar]]></category>

		<category><![CDATA[tegar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/motivasi/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.
Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.</p>
<p>Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.</p>
<p>Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya.</p>
<p>&#8220;Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok,&#8221; gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank.&#8221;Sebaiknya koin in Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno,&#8221; kata teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.</p>
<p>Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan toples.</p>
<p>Setelah ia membeli lembaran kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang. Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu.</p>
<p>Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal.</p>
<p>Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel.</p>
<p>Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu.</p>
<p>Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu.</p>
<p>Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang.</p>
<p>Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru.</p>
<p>Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.</p>
<p>Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak,mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, &#8220;Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yang diambil oleh perampok tadi?</p>
<p>Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, &#8220;Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi&#8221;.</p>
<p>Memang, ada beragam cara menyikapi kehilangan.</p>
<p>Semoga kita termasuk orang yang bijak menghadapi kehilangan dan sadar bahwa sukses hanyalah TITIPAN Allah. Benar kata orang bijak, manusia tak memiliki apa-apa kecuali pengalaman hidup. Bila Kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?**</p>
<p>&#8220;Kemenangan Hidup bukan berhasil mendapat banyak, tetapi ada pada kemampuan menikmati apa yang didapat tanpa menguasai.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://togakita.com/pengembangan-diri/bersiap-menghadapi-kehilangan.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kenali Ciri-ciri Pemimpin Berprinsip</title>
		<link>http://togakita.com/pengembangan-diri/kenali-ciri-ciri-pemimpin-berprinsip.html</link>
		<comments>http://togakita.com/pengembangan-diri/kenali-ciri-ciri-pemimpin-berprinsip.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 12:20:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andiaz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>

		<category><![CDATA[berlatih]]></category>

		<category><![CDATA[kepemimpinan]]></category>

		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>

		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>

		<category><![CDATA[prinsip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/motivasi/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Apakah pemimpin Anda di kantor tergolong pemimpin yang berprinsip? Lalu bagaimana caranya Anda bisa mengetahui pemimpin Anda berprinsip atau tidak? Stephen R. Covey, penulis buku terkenal, &#8216;Seven Habits of Highly Effective People&#8217;, dalam bukunya yang lain &#8216;Principle Centered Leadership&#8217;, menggambarkan ciri-ciri pemimpin yang berprinsip.
Nah nggak ada salahnya jika Anda mengetahui ciri pemimpin yang berprinsip. Dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah pemimpin Anda di kantor tergolong pemimpin yang berprinsip? Lalu bagaimana caranya Anda bisa mengetahui pemimpin Anda berprinsip atau tidak? Stephen R. Covey, penulis buku terkenal, &#8216;Seven Habits of Highly Effective People&#8217;, dalam bukunya yang lain &#8216;Principle Centered Leadership&#8217;, menggambarkan ciri-ciri pemimpin yang berprinsip.<br />
Nah nggak ada salahnya jika Anda mengetahui ciri pemimpin yang berprinsip. Dengan demikian, paling tidak Anda akan mengetahui apakah pemimpin Anda merupakan orang yang berprinsip atau tidak. Berikut delapan ciri pemimpin berprinsip ala Covey:</p>
<p><strong>Terus belajar</strong><br />
Pemimpin yang berprinsip menganggap hidupnya sebagai proses belajar yang tiada henti untuk mengembangkan lingkaran pengetahuan mereka. Di saat yang sama, mereka juga menyadari betapa lingkaran ketidaktahuan mereka juga membesar. Mereka terus belajar dari pengalaman. Mereka tidak segan mengikuti pelatihan, mendengarkan orang lain, bertanya, ingin tahu, meningkatkan ketrampilan dan minat baru.</p>
<p><strong>Berorientasi pada pelayanan</strong><br />
Pemimpin yang berprinsip melihat kehidupan ini sebagai misi, bukan karir. Ukuran keberhasilan mereka adalah bagaimana mereka bisa menolong dan melayani orang lain. Inti kepemimpinan yang berprinsip adalah kesediaan untuk memikul beban orang lain. Pemimpin yang tak mau memikul beban orang lain akan menemui kegagalan. Tak cukup hanya memiliki kemampuan intelektual, pemimpin harus mau menerima tanggung jawab moral, pelayanan, dan sumbangsih.</p>
<p><strong>Memancarkan energi positif</strong><br />
Secara fisik, pemimpin yang berprinsip memiliki air muka yang menyenangkan dan bahagia. Mereka optimis, positif, bergairah, antusias, penuh harap, dan mempercayai. Mereka memancarkan energi positif yang akan mempengaruhi orang-orang di sekitarnya. Dengan energi itu mereka selalu tampil sebagai juru damai, penengah, untuk menghadapi dan membalikkan energi destruktif menjadi positif.</p>
<p><strong>Mempercayai orang lain</strong><br />
Pemimpin yang berprinsip mempercayai orang lain. Mereka yakin orang lain mempunyai potensi yang tak tampak. Namun tidak bereaksi secara berlebihan terhadap kelemahan-kelemahan manusiawi. Mereka tidak merasa hebat saat menemukan kelemahan orang lain. Ini membuat mereka tidak menjadi naif.<br />
<strong><br />
Hidup seimbang</strong><br />
Pemimpin yang berprinsip bukan ekstrimis. Mereka tidak menerima atau menolak sama sekali. Meraka sadar dan penuh pertimbangan dalam tindakan. Ini membuat diri mereka seimbang, tidak berlebihan, mampu menguasai diri, dan bijak. Sebagai gambaran, mereka tidak gila kerja, tidak fanatik, tidak menjadi budak rencana-rencana. Dengan demikian mereka jujur pada diri sendiri, mau mengakui kesalahan dan melihat keberhasilan sebagai hal yang sejalan berdampingan dengan kegagalan.</p>
<p><strong>melihat hidup sebagai sebuah petualangan</strong><br />
Pemimpin yang berprinsip menikmati hidup. Mereka melihat hidup ini selalu sebagai sesuatu yang baru. Mereka siap menghadapinya karena rasa aman mereka datang dari dalam diri, bukan luar. Mereka menjadi penuh kehendak, inisiatif, kreatif, berani, dinamis, dan cerdik. Karena berpegang pada prinsip, mereka tidak mudah dipengaruhi namun fleksibel dalam menghadapi hampir semua hal. Mereka benar-benar menjalani kehidupan yang berkelimpahan.</p>
<p><strong>Sinergistik</strong><br />
Pemimpin yang berprinsip itu sinergistik. Mereka adalah katalis perubahan. Setiap situasi yang dimasukinya selalu diupayakan menjadi lebih baik. Karena itu, mereka selalu produktif dalam cara-cara baru dan kreatif. Dalam bekerja mereka menawarkan pemecahan sinergistik, pemecahan yang memperbaiki dan memperkaya hasil, bukan sekedar kompromi dimana masing-masing pihak hanya memberi dan menerima sedikit.</p>
<p><strong>Berlatih untuk memperbarui diri</strong><br />
Pemimpin yang berprinsip secara teratur melatih empat dimensi kepribadian manusia: fisik, mental, emosi, dan spiritual. Mereka selalu memperbarui diri secara bertahap. Dan ini membuat diri dan karakter mereka kuat, sehat dengan keinginan untuk melayani yang sangat kuat pula.</p>
<p>Kini coba Anda bandingkan ciri di atas dengan pemimpin Anda sendiri. Apakah sama persis, mendekati, atau tidak sama sekali? Namun bagaimanapun adanya pemimpin Anda terlepas dari ia berprinsip atau tidak, Anda tentu sudah mengetahui cara berhadapan dengannya bukan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://togakita.com/pengembangan-diri/kenali-ciri-ciri-pemimpin-berprinsip.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Disiplin Sebagai Penentu Sukses</title>
		<link>http://togakita.com/pengembangan-diri/disiplin-sebagai-penentu-sukses.html</link>
		<comments>http://togakita.com/pengembangan-diri/disiplin-sebagai-penentu-sukses.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 12:13:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andiaz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>

		<category><![CDATA[disiplin]]></category>

		<category><![CDATA[hiburan]]></category>

		<category><![CDATA[kerja]]></category>

		<category><![CDATA[kesuksesan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/motivasi/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Sukses adalah hasil dari berbagai aspek seperti kerja keras, kepandaian, rencana dan pelaksanaan yang hati-hati, serta, sedikit keberuntungan. Di samping itu, sukses juga ditentukan oleh displin atau tidaknya seseorang meraih segala sesuatu dan &#8216;meletakkan sesuatu di tempat yang layak&#8217;.
Tanpa disiplin, seseorang tak akan mampu menyelesaikan segala apa yang telah direncanakannya. Dia tak akan mampu melakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sukses adalah hasil dari berbagai aspek seperti kerja keras, kepandaian, rencana dan pelaksanaan yang hati-hati, serta, sedikit keberuntungan. Di samping itu, sukses juga ditentukan oleh displin atau tidaknya seseorang meraih segala sesuatu dan &#8216;meletakkan sesuatu di tempat yang layak&#8217;.<br />
Tanpa disiplin, seseorang tak akan mampu menyelesaikan segala apa yang telah direncanakannya. Dia tak akan mampu melakukan sebuah strategi secara berkesinambungan untuk meraih tujuan jika tidak punya disiplin. Disiplinlah yang membuat kita berada on track, tak peduli seberapa berat yang dihadapi. Orang yang disiplin tahu apa saja yang perlu dilakukan dan berfokus pada hal itu.</p>
<p><strong>Dimulai pagi hari</strong><br />
Sebetulnya, disiplin tidak usah dibicarakan terlalu muluk. Secara sederhana, sejak pagi dimulai, kedisiplinan tanpa sadar sudah menyertai. Bangun pukul sekian, mandi, kemudian berangkat dari rumah, adalah contoh kecil tentang disiplin.<br />
Banyak orang sukses akan setuju bila faktor disiplin disertakan sebagai salah satu resep keberhasilan mereka. Bila kita bangun dengan kaki yang salah misalnya,</p>
<p>sebagai akibatnya kita merasa tidak enak badan, bisa dipastikan bahwa hari itu kita akan lebih tidak produktif ketimbang hari-hari di mana segala sesuatunya berjalan lancar.<br />
Kiat penting untuk mengoptimalkan pagi hari adalah dengan membuat semacam rutinitas kecil. Bangunlah di waktu-waktu yang sama - misalnya pukul 5-6 pagi (bukannya bisa bangun jam lima, bisa juga jam sepuluh nanti), dan kerjakan hal¬hal kecil yang efisien, seperti menyiapkan pakaian, atau memanaskan mobil, dan sebagainya. Jangan lupa pula sarapan pagi untuk memberi energi.</p>
<p><strong>Optimalkan waktu kerja</strong><br />
Disiplin tak terlepas dari optimalisasi waktu kerja. Kalau di waktu kerja kita cenderung bermalas-malasan, menunda pekerjaan, dan sebangsa, kapan kesuksesan itu bakal muncul? Singgah saja pun jangan-jangan tak sudi.<br />
Untuk itu, agar kedisiplinan kita berjalan teratur, buatlah daftar tugas setiap hari. Kita bisa membaginya dalam beberapa periode, tergantung dari rutinitas atau proyek yang sedang dikerjakan.<br />
Dengan menuliskan manajemen waktu, kita bisa membayangkan segala tujuan, dan kemudian mengukur efisiebsi kerja kita sendiri. Selain itu, kita juga bisa tahu sebanyak apa kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek tertentu. Dengan melihat hasilnya, kita juga bisa tahu apakah target yang kita tentukan itu gagal atau tidak. Kalau iya, apakah hal itu disebabkan rencana yang tidak layak, atau karena terinterupsi oleh orang lain, atau karena kita sendiri yang tidak disiplin mengerjakan tugas sesuai jadwal.<br />
<strong><br />
Seberapa lama ketahanan tubuh?</strong><br />
Setiap orang tentu punya ketahanan tubuh yang berbeda-beda. Ada orang yang tahan bekerja di depan komputer sampai 8-10 jam, ada juga yang tidak. Ukurlah hal ini, lalu terapkan pada daftar tugas.<br />
Misalnya, kalau kita tahu bahwa kita cuma tahan bekerja selama lima jam saja pada hari Jumat - karena harus ke mesjid atau kita sudah terlalu bosan di kantor, maka optimalkan saja kerja lima jam itu. Jam kerja lainnya kita isi dengan kegiatan yang menghibur. Sebab, kalau dipaksakan bekerja sampai 10 jam misalnya, tapi hanya dengan 50% kapasitas kita, itu cuma buang-buang waktu.</p>
<p><strong>Pikiran sehat terdapat dalam tubuh yang sehat</strong><br />
Ini sudah jelas ada dalam buku sekolah anak SD. Dan tak usah diperdebatkan lagi, bila kondisi fisik kita prima, kita juga akan bekerja lebih baik ketimbang ketika kita sakit. Karena itu, jagalah selalu kesehatan.<br />
<strong><br />
Seimbangkan kerja dengan hiburan</strong><br />
Catat bahwa kerja hanyalah satu bagian dalam hidup kita. Bila kita meninggalkan kantor, tinggalkan. Jangan bawa dalam pikiran kita, karena seharusnya bagian lain dalam hidup kita yang mengambil alih. Untuk itu, cobalah berdisiplin untuk membagi segala sesuatunya dengan layak.</p>
<p>Sukses bukan cuma di karir saja, tapi dalam kehidupan pribadi kita sendiri. Di sinilah disiplin mengelola hidup kita akan memberikan hasil. Percayalah, hidup ini jauh lebih bermakna ketimbang sekadar mencari uang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://togakita.com/pengembangan-diri/disiplin-sebagai-penentu-sukses.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pribadi yang berkarakter</title>
		<link>http://togakita.com/pengembangan-diri/pribadi-yang-berkarakter.html</link>
		<comments>http://togakita.com/pengembangan-diri/pribadi-yang-berkarakter.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 12:11:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andiaz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>

		<category><![CDATA[karakter]]></category>

		<category><![CDATA[percaya diri]]></category>

		<category><![CDATA[pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/motivasi/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada kesuksesan tanpa ada perjuangan, begitu panjang dan berat rintangan yang harus dihadapi. Pantang menyerah ! demikianlah kata yang harus anda ikuti. Kondisi buruk dan tidak menyenangkan adalah bagian dari kehidupan yang harus dibayar guna mencapai kesuksesan. Mengapa orang sering merasa gagal dan tidak berhasil ?
1.	Tidak adanya rasa percaya diri.
Orang yang kurang percaya diri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak ada kesuksesan tanpa ada perjuangan, begitu panjang dan berat rintangan yang harus dihadapi. Pantang menyerah ! demikianlah kata yang harus anda ikuti. Kondisi buruk dan tidak menyenangkan adalah bagian dari kehidupan yang harus dibayar guna mencapai kesuksesan. Mengapa orang sering merasa gagal dan tidak berhasil ?<br />
1.	Tidak adanya rasa percaya diri.<br />
Orang yang kurang percaya diri menilai dirinya tidak mampu, tidak berharga dan merasa tidak sehebat orang lain. Oleh karenanya agar mereka terlihat lebih baik dari orang lain, ia cenderung bersikap eksesif atau menilai orang lain dari kelemahannya dan menarik diri dari pergaulan bebas, cepat sekali merasa down apabila mendapat ejekan, cemoohan atau diremehkan orang lain.<br />
2.	Pengaruh lingkungan.<br />
Karakter negatif ataupun positif sangat mudah ditularkan, orang yang terbiasa dalam linkungan positif cenderung memiliki karakter positif, begitu pula sebaliknya.<br />
Karakter positif adalah karakter dimana ditunjukkan dalam sikap pantang menyerah dan selalu menghadapi segala sesuatu dengan sikap, pandangan dan respon positif pula. Syarat mutlak bagi tercapainya keberhasilan ! Bangun karakter positif anda dengan beberapa cara dibawah ini ~<br />
1.	Sadari dalam diri anda bahwa karakter positif akan membangun diri anda dari dalam dan ini begitu penting sekali, sedangkan karakter negatif akan merusaknya.<br />
2.	Menahan diri dari tidak reaktifjika menghadapi hal yang kurang menyenangkan, berfikir tenang dan sabar.<br />
3.	Ambil makna positif disetiap peristiwa yang anda alami.<br />
4.	Belajar menerima kenyataan yang tidak menyenangkan sebagai fakta yang selalu terjadi.<br />
5.	Mendekatkan diri kepada tuhan, aktifitas dan kegiatan sehari- hari harus dimulai dengan doa dan ditutup dengan doa pula.<br />
6.	Hindari kebiasaan memojokkan dan menilai orang lain dari kekurangannya, sekalipun anda sedang bercanda I bermain.<br />
7.	Banyaklah bergaul dengan orang-orang yang memiliki karakter positif agar andapun cenderung berfikiran positif dan optimis.<br />
Begitu berguna dan bermanfaat jika anda bisa membangun karakter positif dalam kehidupan, diantaranya adalah ~<br />
1. 	Jiwa anda selalu damai, tidak terbebani dengan kesedihan, frustasi, kebencian, kemarahan dan rendah diri.<br />
2.	Anda bisa mencari alternatifjalan keluar yang terbaik atas peristiwa yang anda alami.<br />
3.	Anda tidak mudah menyalahkan orang lain sebagai biang permasalahan.<br />
4.	Hubungan interpersonal tidak tertanggu karena anda cenderung menghindari sikap bermusuhan dengan pihak lain.<br />
5.	Anda lebih terbuka terhadap semua peristiwa baik peristiwa menyenangkan maupun tidak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://togakita.com/pengembangan-diri/pribadi-yang-berkarakter.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
