toga kita
7 Jun
• Belajarlah berelaksasi. Setiap hari, ambillah break singkat. Duduk dan buat tubuh senyaman mungkin, ambil nafas dalam-dalam dan pelan, tahan, lalu keluarkan dengan sangat pelan.
• Belajarlah menerima. Relakan pergi apa-apa yang mungkin bukan menjadi milik Anda. Dijamin, stres Anda pun menurun.
• Belajarlah terorganisir. Buatlah jadwal yang realistis dari aktivitas sehari-hari, termasuk waktu untuk bekerja, tidur, bersosialisasi, dan berkreasi.
• Berolahragalah. Usahakan tubuh aktif dalam berbagai bentuk aktivitas fisik, misalnya aerobik, berjalan kaki, yoga, jogging, menari, berenang, dan sebagainya.
• Jangan terburu-buru. Sediakan waktu yang cukup untuk mengerjakan sesuatu. Cobalah tidak meletakkan pekerjaan di waktu yang sempit.
• Jangan selalu berpikir tentang kompetisi. Setiap situasi dalam hidup tidak mengharuskan Anda untuk menang atau kalah. Sesuaikan pendekatan Anda terhadap suatu aktivitas berdasarkan kebutuhannya.
• Sediakan waktu tenang. Seimbangkan waktu untuk keluarga, pekerjaan, dan untuk Anda sendiri. Menyediakan waktu untuk aktivitas yang menyenangkan, sama pentingnya dengan bekerja atau belajar.
• Meditasi. Cobalah mengonsentrasikan pikiran pada sebuah gerakan, suara, gambar, atau pikiran tertentu. Pejamkan mata dan bernafaslah dalam-dalam.
• Perhatikan kebiasaan makan. Cobalah makan menu seimbang dan jangan melewatkan waktu makan. Hindari obat-obatan, minimalkan konsumsi alkohol, dan cobalah tidak merokok.
• Bicarakan stres Anda dengan teman atau anggota keluarga yang suportif. Ini bisa menjadi obat yang baik untuk stres.
• Kembangkan sikap positif. Lihatlah dunia dari sisi yang lebih cerah. Ini akan memberikan kekuatan untuk menerima stres sebagai bagian dari hidup.
• Tersenyumlah. Anda tidak perlu membayar untuk tersenyum! Sebuah senyuman membuat relaks semua otot-otot utama di wajah. Anda merasa senang, stres pun hilang.
• Minumlah susu. Susu dapat mengurangi kadar hormon adrenalin dalam darah. Jadi Anda akan dapat merasa lebih tenang. Hindari minuman yang mengandung kafein, karena ini akan membuat saraf tubuh Anda menjadi lebih tegang. Suplemen vitamin B komplek sangat dianjurkan.

7 Jun
Berjalan kaki secara teratur dengan langkah yang baik tanpa membebani kaki
dan persendian, berdasarkan penelitian bermanfaat untuk :
1. Membakar kalori yang berlebihan dan membantu menjaga/menurunkan berat badan
2. Membangun kekuatan tubuh bagian bawah dan kelenturan otot
3. Melindungi dari osteoporosis (kekeroposan tulang) dengan meningkatkan
kepadatan tulang
4. Memperkuat jantung dan paru, mengurangi resiko serangan jantung dan stroke.
Penelitian di USA memperlihatkan bahwa orang yang berjalan kaki lebih dari 1,6 km sehari dapat mengurangi 30 % resiko terkena stroke.
5. Meningkatkan HDL cholesterol yaitu kolesterol baik yang dapat mencegah penyempitan pembuluh darah
6. Memperbaiki sirkulasi darah, fungsi pernapasan dan fungsi kelenjar endokrin
7. Meningkatkan harapan hidup, suatu penelitian memperlihatkan bahwa wanita-wanita yang melakukannya secara teratur memiliki usia rata-rata lebih panjang 7 tahun.
8. Meningkatkan mental dan kepercayaan diri akibat dari berkurangnya kecemasan dan strees sehingga dapat membantu dalam pemecahan masalah.
BAGAIMANA MEMULAINYA ?
Pertama siapkan sepasang sepatu, sebaiknya dipilih sepatu yang khusus untuk
berjalan kaki.
Mulaiilah program secara bertahap, yaitu 10-20 menit berjalan, lakukan 3-5
kali seminggu.
Secara bertahap ditingkatkan waktunya menjadi 30 menit, jika penurunan
berat badan merupakan tujuan anda, anda dapat meningkatnya menjadi 45
menit.
Bila target waktu telah dapat dicapai maka anda dapat berkonsentrasi pada
kecepatan, sebagai contoh dengan kecepatan 24 menit untuk menempuh 1 km,
maka akan membakar antara 20-50 kilojoule kalori permenit.
Jika anda berjalan 2 kilometer maka untuk tahap awal diharapkan dapat
diselesaikan selama 48-50 menit, selanjutnya dapat ditingkatnya menjadi 45
menit, kemudian 40 menit dan seterusnya. Jika anda telah dapat
menyelesaikannya dibawah 20 menit anda telah menjadi pejalan kaki yang
tangguh.
Jangan paksakan diri anda terlalu keras.
Mulailah dengan pemanasan sebelum anda mulai berjalan, yaitu dengan
berjalan perlahan dengan kecepatan rendah selama beberapa menit, kemudian
berhenti dan regangkan otot-otot kaki, pinggang dan bahu anda.
CARA BERJALAN YANG BAIK
Ikutilah teknik berjalan yang baik untuk mencegah cidera dan memaksimalkan
kecepatan anda, yaitu:
1. Berjalanlah dengan pandangan lurus ke depan, jangan ke tanah.
2. Usahakan agar otot-otot perut berkontraksi dan punggung anda tegak.
3. Kendurkan otot bahu, leher dan punggung
4. Melangkahlah dengan santai, jangan melangkah terlalu lebar.

7 Jun
1. Tidak Sarapan Pagi
Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.
2. Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.
3. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.
4. Mengkonsumsi Gula Terlalu Banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak
5. Polusi Udara
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.
6. Kurang Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak.
7. Menutup Kepala Saat Tidur
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak.
8. Menggunakan Pikiran Saat Sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak serta dapat merusak otak.
9. Kurang Menstimulasi Pikiran
Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.
10. Jarang Berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.
