TAPAK DARA (Catharanthus roseus [L.] G. Don)
TAPAK DARA (Catharanthus roseus [L.] G. Don) - ihsanstore.com

Tanaman TAPAK DARA (Catharanthus roseus [L.] G. Don) termasuk familia Apocynaceae. Tumbuhan ini banyak ditanam orang sebagai tanaman hias. Dapat tumbuh di tempat terbuka atau terlindung pada bermacam-macam iklim, sampai dengan ketinggian 800 meter di atas permukaan laut.
Tumbuhan ini dapat dikembangbiakkan melalui biji, setek batang, atau akar.

Herba mengandung komponen antikanker, yaitu alkaloid seperti vincaleukoblastine, leurocristine, leurosin, vinkadiolin, leurosidin, katarantin. Alkaloid yang berkhasiat hipoglikemik (menurunkan kadar gula darah) seperti leurosin, katarantin, locherin, tetrahidroalstonin, vindolin, vindolinin. Akarnya mengandung alkaloid, saponin, flavonoid, tanin.

Nama lainnya : Ammocallis rosea Small; Lochnera rosea Reich; Vinca rosea L.; rutu-rutu, rumput jalang (Sumatera); kembang sari cina, kembang serdadu, kembang tembaga, paku rane, tapak doro, cakar ayam, tai lantuan (Jawa); tapak lima (Bali); sindapor (Sulawesi); usia (Maluku); chang chun hua (Cina); hoa hai dang, dira can (Vietnam); soldatenbloem (Belanda); vinca, periwinkle (Inggris).

Kegunaan TAPAK DARA (Catharanthus roseus [L.] G. Don):

Darah tinggi, kencing manis, leukemia limfositik akut. Gunakan daun tapak dara segar 15 gram, direbus dalam 5 gelas air sampai tersisa 2 gelas, setelah dingin disaring, diminum 2 kali sama banyaknya, pagi dan sore.

Luka tersiram air panas. Tumbuk sampai halus beberapa helai daun segar tapak dara dan beras secukupnya, sampai seperti bubur, lalu balurkan pada luka.

Catatan :
1. Di luar negeri herba tapak dara sudah dibuat obat suntik.
2. Perempuan hamil dilarang menggunakan tumbuhan obat ini.

ADVERTISEMENT

«

»

Dalimartha, Setiawan. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Ungaran : Trubus Agriwidya, 1999. Muhlisah, Fauziah. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : Penebar Swadaya, 1999. Tampubolon, Oswald T. Tumbuhan Obat. Jakarta : Penerbit Bhratara, 1995. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : PT. Intisari Mediatama, 1999.
Categories: Tanaman Obat