NANGKA SABRANG (Annona muricata)

Tanaman NANGKA SABRANG (Annona muricata) termasuk familia Annonaceae.Tumbuhan ini bisanya tumbuh liar di hutan-hutan. Tapi sekarang ini sudah banyak ditanam orang di halaman rumah sebagai tanaman hias, maupun di ladang-ladang sebagai pohon buah-buahan.
Untuk pengembangbiakannya dari bijinya. Jika tanaman sirsak ini berasal dari biji, nantinya akan mulai menghasilkan buah setelah tanaman berumur 3 – 5 tahun.

Nama lain : nangka londo, nangka manila, srikoyo (Jawa), nangka walanda (Sunda).
Tanaman ini mengandung : 1). Buahnya mengandung protein, klasium, fosfor dan vitamin A juga vitamin C. 2) Batang dan daunnya mengandung fitosterol, tanin, Ca-oksalat dan alakaloid murisine.

Kegunaan NANGKA SABRANG (Annona muricata):

Anti kejang; peluruh keringat: Daunnya direbus lebih kurang setengah jam, kemudian airnya diminum . (3)

Disentri: Buahnya yang masih mentah jika dimakan begitu saja dapat menyembuhkan disentri. (3)

Mempercepat pecahnya bisul: Daunnya digiling halus, lalu ditempelkan pada bisul, dapat mempercepat pecahnya bisul. (3)

Sumber vitamin C: Buahnya yang sudah masak dapat dimakan begitu saja.

MENTIMUN (Cucumis sativus)

Tanaman MENTIMUN (Cucumis sativus) termasuk familia Cucurbitaceae.
Kandungan : saponin, flavonoida, polifenol, asam malonat, vitamin E, kukurbitasin C.

Kegunaan MENTIMUN (Cucumis sativus):

Diare pada anak. 1 mentimun dicuci, rebus, haluskan, saring. Airnya diberi madu dan diminum.

Hipertensi. a> 2 mentimun dicuci, parut, peras. Minum airnya 2-3 kali sehari.
b> 150 gram mentimun direbus, saring, airnya diminum. Lakukan setiap hari secara teratur.

Jerawat, menghaluskan kulit wajah, menghilangkan nida hitam. a> Mentimun diblender lalu dilaburkan ke wajah untuk masker. Biarkan mengering, lalu bilas.
b> Kulit mentimun digosokkan ke kulit wajah, biarkan mengering, lalu bilas.

Mencegah penyakit ginjal. 3 buah mentimun direbus hingga lunak, peras dan minum airnya 3 kali sehari. Makan juga ampasnya.

Disentri. 1-2 buah mentimun dicuci, potong-potong, rendam dalam madu. Makan beberapa kali.

Sariawan. 1-2 mentimun tua dicuci, kupas, iris-iris. Makan agak banyak setiap hari.

Demam. 1 buah mentimun dicuci, parut, beri eau de cologne, lalu bungkus dengan saputangan, letakkan di atas kening penderita demam.

Tifus. 2 mentimun dicuci, parut, peras, minum sekaligus. Ulangi 3 kali sehari.

Radang ginjal. 3 mentgimun yang besar dicuci, rebus, sampai empuk dengan 2 gelas air, dinginkan, peras, airnya diminum.

MENGKUDU (Morinda citrifolia L.)

Tanaman MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) termasuk familia Rubiaceae.
Kandungan : metil asetil ester, seyawa moridon, senyawa soranjidiol.

Nama lain : pace.

Kegunaan MENGKUDU (Morinda citrifolia L.):

Hipertensi. 2 buah mengkudu dibuang bijinya, parut; sebuah mentimun parut dan peras. Tuangkan air mentimun ke ramuan mengkudu, beri gula aren dan 2 gelas air panas, saring. Untuk diminum 3 kali sehari.

Cacing gelang. 2 buah mengkudu masak dicuci, parut, beri sesendok makan garam, peras dengan kain. Untuk diminum 3 kali sehari.

Melancarkan air seni. 2 buah mengkudu masak dicuci, parut, beri sesendok makan garam, peras dengan kain. Untuk diminum 3 kali sehari.

Batuk. 2 buah mengkudu masak dicuci, parut, peras, beri gula batu dan sedikit air perasan air jeruk nipis. Minum 3 kali sehari.

Diabetes. Beberapa helai daun mengkudu dicuci, rebus sampai matang. Makan sebagai lalap. (4)

Radang usus. 2 buah mengkudu matang dicuci, lumatkan, peras, beri madu. Minum 2 kali sehari. (4)

Diare pada anak. 2 helai daun mengkudu dicuci, olesi minyak goreng, garang di atas api sampai layu. Tempelkan sehelai di perut, sehelai di punggung, bebat dengan gurita. (4)

Kulit bersisik. 1 buah mengkudu masak diremas lalu digosokkan pada kulit yang bersisik, diamkan 15 menit, lalu dicuci dengan air hangat. (4)

Hepatitis. 2 buah mengkudu masak diparut, peras, campur dengan gula batu. Minum 2 kali sehari. (4)

Eksem. Cuci 1 buah mengkudu, sedikit kulit pohon mengkudu, akar mengkudu lalu rebus bersama, dinginkan, lalu pakai untuk mencuci eksem. (4)

Ketombe. 2-3 buah mengkudu matang dilumatkan, beri air, peras, airnya dipakai untuk keramas. Biarkan selama 5 menit, bilas dengan air. Gunakan shampoo untuk menghilangkan baunya. (4)

Encok, pegal linu. 5 helai daun mengkudu yang besar dicuci, olesi dengan minyak kelapa, garang di atas api sampai layu, panas-panas ditempelkan ke bagian yang sakit. (4)

Masuk angin. Rebus 1 buah mengkudu, sepotong rimpang lengkuas dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Untuk diminum 2 kali sehari. (4)

Radang tenggrorokan dan amandel. Beberapa helai daun mengkudu dicuci, rebus sampai matangd. Makan sebagai lalap. Namun setiap setengah jam sekali berkumur dengan air ramuan.

MELATI (Jasminum sambac Ait.)

Tanaman MELATI (Jasminum sambac Ait.) termasuk familia Oleaceae.
Kandungan : jasmin, metil-pentenil-siklopentenon, indol, benzyl, livalylacetaat.

Kegunaan MELATI (Jasminum sambac Ait.):

Bau badan. 30 kuntum bunga melati dicuci, masukkan ke dalam gelas berisi air matang, tutup dengan plastik yang dilubangi kecil-kecil, embunkan semalaman. Minum setiap pagi selama 5 hari berturut-turut. (4)

Demam, sakit kepala. Segenggam daun melati muda, 10 bunga melati dicuci, remas, beri air sampai menjadi bubur. Borehkan ke kening dan dada penderita. (4)

Bengkak akibat gigitan serangga. Segenggam bunga melati/daun dicuci, remas sampai hancur, tempelkan pada bagian tubuh yang digigit/disengat. (4)

Jerawat. 20 kuntum bunga melati, 2 jari asam kawak, seibu jari belerang dicuci, tumbuk halus, peras, beri 2 sendok makan air jeruk nipis. Gosokkan pada bagian wajah yang berjerawat 2 kali sehari. (4)

Menghentikan ASI. Segenggam bunga melati dicuci, remas halus, tapalkan pada buah dada (jangan kena putingnya), lakukan setiap pagi dan sore sebelum mandi selama seminggu. (4)

Susah tidur. 10 cm akar melati dicuci, tumbuk, beri air masak segelas, saring, minum airnya. (4)

Sakit mata merah, belekan. Segenggam daun/bunga melati dicuci, rebus. Minum sebagian air rebusan, dan sebagian lagi untuk mencuci mata.

Mangkokan (Nothopanax scutellarium Merr.)

Tanaman Mangkokan (Nothopanax scutellarium Merr.) termasuk familia Araliaceae. Tumbuh di daerah dengan ketinggian antara 1-200 meter di atas permukaan laut. Dapat ditemui di ladang dan di tepi sungai tumbuh liar..
Untuk pengembangbiakannya dengan setek batang.

Nama lain : mamanukan (Sunda), godong mangkokan (Jawa), puring (Madura), lanido, ndalido, ranido, ndari (Roti, Nusa Tenggara), daun mangkok (Manado), mangko-mangko (Makasar), ai lohoi, ai laun niwel, daun koin, daun papeda (Ambon) dll.
Tanaman ini mengandung : kalsium oksalat, peroksidase, amygdalin, fosfor, besi, lemak, protein, vitamin A, B1, dan C.

Kegunaan Mangkokan (Nothopanax scutellarium Merr.):

Radang payudara, pembengkakan disertai bendungan ASI: Daun mangkokan tua secukupnya diremas dengan minyak kelapa dan sedikit kunyit yang telah diparut. Panaskan di atas api, hangat-hangat ditaruh pada payudara yang membengkak.

Luka: Daun mangkokan segar secukupnya dicuci bersih lalu digiling halus. Taruh di atas luka, lalu dibalut. Ganti 2 – 3 kali sehari.

Sukar kencing: Daun mangkokan tua yang masih segar direndam dalam air panas beberapa saat. Angkat, lalu hangat-hangat dikompreskan pada perut bagian bawah.

Rambut rontok: Daun mangkokan tua yang masih segar secukupnya setelah dicuci bersih lalu digiling halus. Tambahkan sedikit minyak kelapa sambil diaduk sampai seperti bibur. Kemudian saring dan peras. Hasil perasan dioleskan pada kulit kepala sambil dipijat ringan. Biarkan sampai mengering, lalu rambut dicuci sampai bersih. Lakukan setiap hari.