Bayam Duri (Amaranthus spinosus L.)
Bayam Duri (Amaranthus spinosus L.) - hear.org

Tanaman Bayam Duri (Amaranthus spinosus L.) termasuk familia Amaranthaceae. Tumbuhan ini banyak tumbuh liar di kebun-kebun, tepi jalan, tanah kosong dari dataran rendah sampai dengan ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut.

Tumbuhan ini dapat dikembangbiakkan melalui bijinya yang bulat, kecil dan hitam.

Mengandung amarantin, rutin, spinasterol, hentriakontan, tanin, kalium nitrat, kalsium oksalat, garam fosfat, zat besi, serta vitamin.
Nama lainnya : bayam kerui (Lampung); senggang cucuk (Sunda); bayam eri, bayam raja, bayam roda, bayam cikron (Jawa); tarnyak duri, tarnyak lakek (Madura); bayam kikihan, bayam siap, kerug pasih (Bali); kedawa mawau, karawa rap-rap, karawa in asu, karowa kawayo (Minahasa); sinau katinting (Makassar); podo maduri (Bugis); maijanga, ma hohoru (Halmahera Utara); baya (Ternate); loda (Tidore).

Kegunaan Bayam Duri (Amaranthus spinosus L.):
Gangguan pernafasan, bronkhitis. Tumbuk daunnya, rebus selama 1/2 jam, minum airnya.

Eksim. Tumbuk daunnya dan gunakan untuk obat luar.

Memperlancar dan memperbanyak produksi ASI (air susu ibu). Caranya dengan menumbuk seluruh bagian tanaman dan digunakan sebagai obat.

ADVERTISEMENT

«

»

Dalimartha, Setiawan. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Ungaran : Trubus Agriwidya, 1999. Muhlisah, Fauziah. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : Penebar Swadaya, 1999. Tampubolon, Oswald T. Tumbuhan Obat. Jakarta : Penerbit Bhratara, 1995. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : PT. Intisari Mediatama, 1999.
Categories: Tanaman Obat
60 queries in 0.441 seconds.